0

Surf By

Posted by Unknown on 00.20

Pemberani tidak selalu berteriak lantang, pemberani kadang berbisik didalam hati "Aku akan mencobanya lagi besok." Mary Anne Radmacher - Penulis

Dua orang pemuda sedang berada disebuah pantai. Yang seorang berkata, "Wah, hari ini kok ombaknya besar ya. Aku takut nih soalnya aku kan enggak bisa berenang." Temannya menjawab, "Kalau aku sih malah suka kalau ombaknya besar, kan aku mau surfing nih."


Pernahkah kita melihat orang sedang berselancar atau surfing? Bukan surfing di internet loh (searching), tapi surfing diatas ombak besar dilaut. Seseorang yang gemar berselancar pasti menyukai ombak yang besar sebab ombak besar akan membawa papan selancar mereka lebih tinggi. Sebaliknya, bila tidak ada ombak mereka justru tidak bisa berselancar. Semakin tinggi ombak, semakin asyik pula surfing. Tapi tentu saja seorang peselancar haruslah menguasa medan dan memiliki kemampuan yang cukup tinggi sehingga tidak mudah tergulung oleh ombak. Dia harus tekun berlatih apabila ingin menjadi seorang peselancar atau surfer profesional.


Demikian pula dengan kita. Ketika ombak masalah datang, sudah siapkah kita berselancar diatas ombak itu? Namun, seperti seorang peselancar. Kita juga harus berlatih dalam menghadapi berbagai jenis ombak dan gelombang kehidupan hingga kita tidak sampai tergulung olehnya. Dan kita punya pelatih handal, Dia adalah Papi-J sendiri. Papan selancarnya adalah FirTu (Firman Tuhan) sehingga saat ombak masalah datang kita sanggup menghadapi dan mengatasinya bahkan menari diatasnya seperti para surfer.

Setiap ombak masalah yang datang hanyalah sebuah ujian bagi kita agar kita lebih mengandalkan Tuhan dalam setiap perkara. Ketika ombak masalah yang besar datang, mungkin kita takut atau khawatir. Tetapi FirTu berkata bahwa Tuhan itu gunung batu kekuatan dan tempat perlindungan kita (Mzm 62:7). Tuhanlah tempat pengharapan kita. Dengan Tuhan disisi kita, kita akan bisa berkata, "Hanya Dialah gunung batuku dan kesalamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah." (Mzm 62:2) Kita tidak perlu takut atau cemas lagi. Bersama-Nya dan dengan komitmen buat mau taat pada firman-Nya, kita pasti sanggup menaklukkan ombak dan gelombang kehidupan! -Nancy


Mazmur 28:7
TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku, kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Love Live Laugh All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.