0

Penakut

Posted by Unknown on 23.51

Kalo kamu hanya mendengarkan ketakutanmu, kamu akan mati tanpa pernah tau kamu bisa akan seluar biasa apa. Robert H. Schuller - Pendeta

Satu ketika, saat sedang jalan jalan disebuah objek wisata, tiba-tiba aku melihat seorang anak sembunyi dibalik sebuah papan sambil menangis. Semula aku kira dia hanya sedang ngambek, tapi setelah beberapa saat, baru aku sadar kalo dia terpisah sama orang tuanya. Setelah menghubungi petugas yang banyak menjaga objek wisata tersebut, petugas itu berusaha membujuk si anak buat ikut ke kantor keamanan. Tapi, anak itu menolak, justru nangisnya makin menjadi-jadi. Ia hanya mau pergi bersama Mamanya. Untung si anak akhirnya mau menyebutkan namanya dan ciri-ciri Mamanya. Setelah beberapa saat menunggu si anak masih tetap menangis dan tidak mau beranjak dari tempatnya, dan pada akhirnya si Mama pun datang menjemputnya.


Sempet juga agak kesel waktu si anak gak mau diajak ke pos kemanan. Mestinya kalo mau, ia akan bisa lebih cepat bertemu Mamanya. Tapi, yah.. namanya juga anak kecil. Beberapa dari kita mungkin juga dulu saat kecil sering mengalaminya. Tidur lalu mimpi serem, kita lalu jadi takut banget buat tidur sendiri. Orang tua kita pun terpaksa menemani. Kalo udah dewasa, pastinya hal itu tidak terjadi lagi.


Ayat mas hari ini memang sepertinya agak serem. Kok penakut bisa dimasukkan ke kelas yang sama dengan pembunuh, orang sundal, tukang sihir, penyembah berhala, orang keji, dan lain-lain? Apakah "penakut" itu sedemikian buruknya? Kan wajar kalo orang takut? Nah, tentu saja yang dimaksud disini bukanlah takut dalam artian seperti phobia, takut sama guru, takut sama macan, dan sebagainya. Dalam versi terjemahan lain, kata penakut disebut sebagai pengecut. Yup, ynag kita sebut pengecut bukan orang yang takut sama macan pastinya. Tapi, pengecut adalah orang yang meski punya kekuatan dan potensi buat melakukan sesuatu namun ia tidak berani melakukannya. Dalam kamus Bahasa Indonesia, pengecut bahkan disamakan dengan munafik. Nah, inilah yang dibenci Tuhan. Sikap ini juga yang ditegur Tuhan Yesus terhadap murid-Nya. Mereka bersama Tuhan, tapi tetap takut sama badai. Bukankah ini seolah mengecilkan kekuatan Tuhan? So guys, masihkah sifat penakut, yaitu tahu kamu bisa tapi memilih mundur ada didalam dirimu? Sikap penakut atau pengecut adalah tanda kurang dewasa dalam iman. So, jangan sepelekan pertumbuhan rohani, karena itulah yang akan membuat kamu bisa jadi pemberani. -Arie



Wahyu 21:8"Tetapi orang orang penakut, orang orang yang tidak percaya, ...mereka akan mendapat bagian mereka didalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Love Live Laugh All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.