0
Human Error
Posted by Unknown
on
14.42
Si Jamil kirim pesan:
‘Hey kauuuuu!!’
‘Sedang berbuat apa dirimu?’
‘Nanti bla bla bla….’
‘Eh iya sekalian bla bla
bla….’
‘Jangan lupa makan ya dirimu!’
Si Nurjanah membalas pesan:
‘Oke hehe….’
‘Iya wkwk’
si jamil *banting hp*
Pernah ga kejadian seperti di atas? Kita
ngomong panjang lebar dengan antusias tapi lawan bicara kita malah seperti memberikan kesan acuh
terhadap apa yang kita bicarakan, sehingga dia hanya membalas seadanya dan
mungkin ditambah bumbu “hehe” atau “wkwk” biar kelihatan enjoy padahal hanya
basa-basi.
Kesel? Pasti. Marah? Bisa jadi. Joget?
Tidak-tidak. Itulah berjuta rasa yang tersimpan didalam hati saat kita
mengalami kejadian seperti diatas, disini gw bukan bermaksud untuk menggurui
atau sebagainya, tapi lebih ke membuka sudut pandang kita terhadap komunikasi
yang lebih baik.
Okelah mungkin kalian kaum wanita saat
pria jomblo lapar diluar sana mau mencoba mendekati, kalian memberi respon
seadanya karena tidak mau dianggap gampangan dan sebagainya, itu wajar. Tapi
jika kalian udah lama didekati dan masih terus memberikan respon seadanya
terhadap mereka (jomblo lapar). Pasti mereka juga lama kelamaan akan merasa
kesal, kenapa tidak karena kami sebagai kaum yang sering disakiti pasti merasa
wajar saat pertama PDKT di jutekin,
tapi kalau udah lama masih tetep sama, ya gimana yaaaaa……
Menurut gw seharusnya saat kita tidak
tertarik kepada orang yang sedang mencoba mengisi hati kita, lebih baik dari
pertama sudah menjauh atau tidak memberikan respon sama sekali apalagi
kesempatan, pengalaman di lingkungan sekitar saat cewe memberikan celah sedikit
aja pasti para jomblo lapar langsung mengira itu angin surga yang penuh dengan
kesejukan. Nah dari sanalah biasanya konsep PHP di mulai.
Lain cerita seperti jamil dan nurjanah
yang sudah lama berpacaran, si jamil yang begitu perhatian dengan nurjanah
mencoba menunjukkan perhatiannya dengan mengirimi pesan kepada nurjanah dengan
berharap mendapatkan respon baik dan diperhatiin serupa oleh si nurjanah. Tapi
disini kita juga harus memperhatikan kenapa si nurjanah bisa sampai berbuat
tidak berpri-kepesanan kepada si jamil.
Ada beberapa hal yang mungkin terjadi
sehingga membuat seseorang bisa bersikap acuh bahkan jutek kepada lawan bicara,
yaitu:
1. Sedang Melakukan Aktifitas
Saat kita melakukan aktifitas yang tidak
dapat ditinggal kemungkinan besar kita tidak memiliki waktu buat membalas pesan
atau tidak mempunyai waktu merespon pembicaraan yang kurang penting, jadi
bersabarlah sampai si doi punya waktu luang yang bisa dinikmati buat kalian
berdua.
2. Kehabisan Topik
Pasangan maupun lawan bicara juga bisa
bersikap jutek atau acuh saat membalas pesan kita bisa juga terjadi karena
kehabisan topik saat mengobrol, jadi dia merasa tidak mood lagi buat mengobrol
dengan kita, saran yang paling bagus adalah ya biarkan mereka sendiri terlebih
dahulu. Tapi tetep memberikan mereka perhatian (tidak berlebihan) agar mereka
luluh dan kangen kembali kepada anda.
3. Bosan
Aduh ga tau apa yang mau dibahas, males.
Nah dari beberapa pembahasan gw tadi
sebenernya itu semua kembali kepada diri masing-masing, baik jamil maupun
nurjanah harus bisa membawa diri mereka ke level yang lebih tinggi, yaitu
bersabar dan mengalah. Harus bisa mengerti keadaan yang terjadi diantara
mereka. Terbuka kepada pasangan, saat sedang dalam masalah harus cerita agar
pasangan tahu dan pasangan pun juga harus siap menjadi pendengar yang setia,
dengan begini gak bakalan kejadian jamil dan nurjanah yang diatas terulang
lagi.
Quote dari bang alit : “Perhatian jika
dilakukan terus menerus bisa menjadi Kebiasaan, kebiasaan jika didapatkan terus
menerus akan menjadi Kebutuhan, jika sudah menjadi kebutuhan pasti akan menjadi
kecanduan.”
Posting Komentar